Perlukah Vaksinasi Hepatitis B ???

BEM Mahasiswa STIKes Madani dengan kreativitasnya mengadakan kegiatan vaksinasi hepatitis B. Kegiatan tersebut mereka lakukan dengan alasan preventif agar tidak terinfeksi virus hepatitis B (VHB).

Imunisasi diberikan sebelum mahasiswa praktik klinik di luar kampus. Sebanyak 53 mahasiswa mengikuti imunisasi tersebut. Sebelum diberi imunisasi, mahasiswa di periksa terlebih dahulu apakah HbSAg positif atau negative. Jika HbSAg negative, maka imunisasi hepatitis B langsung diberikan, tetapi jika HbSAg positif akan diberikan perawatan terlebih dahulu sebelum diberikan imunisasi.

“Imunisasi hepatitis B diberikan 3 kali, dengan interval suntikan minimal 1 bulan.  BEM membuat jadwal imunisasi yang pertama yaitu pada tanggal 9 Januari 2015, kemudian yang kedua pada tanggal 9 Februari 2015, jadwal yang ketiga belum ditetapkan lagi”. Tutur Siti Mulyani selaku anggota BEM akhwat STIKes Madani.

Untuk lebih menyemarakan kegiatan imunisasi, BEM membuat semacam poster yang sudah diedarkan baik di lingkungan Civitas STIkes Madani, maupun jejaring social seperti WA (Whatsapp) dan Facebook. Tetapi poster tersebut isinya hanya berlaku khusus untuk mahasiswa STIKes Madani.

Poster yang dibuat mahasiswa kurang lebih seperti berikut ini :

C:\Users\user\Documents\Bluetooth Folder\IMG_4760096443066.jpeg

Ternyata mahasiswa belum sepenuhnya sadar akan pentingnya imunisasi hepatitis B, sehingga peminatnya baru mencapai angka 53 mahasiswa yang hanya 21% dari total mahasiswa. Pada era sekarang ini infeksi nosokomial sangat rentan terjadi, maka dari itu untuk tindakan preventif pada mahasiswa, kegiatan imunisasi selanjutnya akan dibuat wajib dilakukan untuk mahasiswa STIKes Madani.

Mahasiswa STIKes Madani setiap semester ada kegiatan praktik klinik, sehingga termasuk golongan rentan terinfeksi virus Hepatitis B,. Pada program studi kebidanan, praktik klinik akan bertemu dengan ibu bersalin dimana akan langsung berinteraksi dengan darah atau cairan ibu yang bersalin, kemudian pada mahasiswa perawat akan sering terkontaminasi darah dan cairan pasien ketika melakukan perwatan luka, dsb. Sehingga harapannya mahasiswa STIKes Madani aman dari infeksi nosokomial, khususnya infeksi dari virus Hepatitis B. (By: Dyah)