Alhamdulillah semua karena pertolongan Alloh…

Hari Selasa 19 Januari 2016 sebuah kampus besar yang sudah dikenal di Indonesia Universitas Gadjah Mada(UGM) menunaikan hajatannya acara wisuda S2 yang diikuti oleh wisudawan/wati sejumlah 993 orang yang terdiri dari 18 fakultas dan 1 sekolah pascasarjana.

Acara berjalan seperti layaknya acara wisuda biasa. Akan tetapi,tiba waktunya dipanggilah melalui speaker seorang wisudawati yang dinobatkan sebagai wisudawati terbaik sefakultas kedokteran UGM dengan IPK 4,00. Ya, beliau adalah Rahmah Widyaningrum wisudawati terbaik itu yang sekarang sedang menjabat sebagai seorang dosen di PRODI S1 Keperawatan STIKes Madani.

Pada artikel ini beliau menyampaikan pengalamannya sebagai wisudawati S2 terbaik seFK UGMdan bagaimana cara meraih prestasi yang membanggakan tersebut.Simak wawancaranya :

Saya : Apa yang menjadi motivasi Bu Rahmah untuk meraih prestasi ini ? dan bagaimana menghadapi semangat yang kadang turun(futur) ?

Rahmah : Salah satu motivasi terbesar saya adalah keluarga, terutama orang tua. Setiap kali saya futur, semangat kendor, saya selalu teringat dengan hadist ini :

Orang tua adalah ‘pintu pertengahan’ menuju Surga, bila engkau mau, silakan engkau pelihara, bila tidak mau, silakan untuk tidak memperdulikannya (HR:Tirmidzi).

Setidaknya ketika belum mampu memberikan hal yang istimewa, saya rasa prestasi akademik bisa menjadi sumber kebahagiaan bagi keduanya. Banyak afirmasi positif yang selalu saya cekok-kan ke diri sendiri. Berhubung saya kuliah S2 dengan biaya sendiri, analoginya adalah: semakin lama kuliah akan menghabiskan banyak biaya, so… ndak ada istilah loss of motivation, “DO IT lan sliramu iso ngirit DUIT”. Ndang digarap tesis e, ndang wisuda, bismillah lillahita’ala.

Saya : Sebelum wisuda tentu Bu Rahmah memiliki kesibukan selain studi yang tidak sedikit. Kalau boleh tau apa saja kesibukannya ?

Rahmah : Kesibukan keseharian saya sebagai staf pengajar (dosen) program studi keperawatan di STIKes Madani Yogyakarta, dimana tugas utama dosen yakni melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi berupa pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian pada masyarakat. Alhamdulillah, ketiganya dapat dilaksanakan dengan baik meskipun tidak maksimal. Amanah lain di Kampus Rasa Pesantren ini(Red. STIKes Madani)adalah sebagai koordinator asrama akhwat. Tanggung jawab ini mengharuskan saya untuk terlibat banyak dalam kegiatan keasramaan, yang tentunya cukup menguras pikiran dan tenaga. Namun dengan kerjasama yang apik dengan pengurus dan mahasiswa, semuanya dimudahkan. Justru keluarga di asrama akhwat ini yang menjadi obat mujarab di kala capek. Mahasiswi yang manis-manis, santun, dan selalu dekat dengan Al Quran (masya allah).

Saya : Dengan kesibukan yang super padat gitu, lalu bagaimana cara mengatur jadwalnya sampai bisa meraih prestasi wisudawati S2 terbaik seFK UGM?dan bagaimana belajar yang efektif menurut Bu Rahmah ?

Rahmah : Saya tipikal last minute, merampungkan tugas ketika mepet deadline. Saya tidak pernah mengalokasikan waktu khusus untuk untuk belajar, kalau mau ujian ya … baru belajar. Tapi semua dengan perhitungan, bahwa slide dosen lengkap, catatan perkuliahan ada, tinggal sisihkan 3-4 jam untuk belajar di siang atau malam harinya. Tempat favorit di FK UGM adalah Perpustakaannya. Salah satu syarat saya bisa belajar efektif adalah suasana yang tenang, tidak gaduh, dan nyaman. Dan Perpustakaan FK UGM menawarkan itu semua.

Saya : Adakah hal yang berkesan ketika mengerjakan tesis ? dan apa hambatannya ?

Rahmah : Judul tesis saya ‘Analisis Pelaksanaan Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SLB Bantul’ metode kualitatif dengan pendekatan case study. Hal yang challenging itu, saat ambil data ke informan, saat ngetik transkrip & coding berpuluh-puluh lembar, serta menunggu jadwal “kencan” dengan dosen pembimbing. Sangat berterimakasih dengan dr. Mei Neni Sitaresmi, Sp.A(K).,Ph.D dan ibu Lely Lusmilasari, S.Kp.,M.Kes.,Ph.D, at least dengan bimbingan beliau, tesis selesai dengan baik. Semua proses tesis itu berkesan, rasanya nano-nano, asem asin tapi banyak manisnya, hehe…. Hampir tidak ada hambatan yang berarti bagi saya (alhamdulillahilladzi binimatihi tatimmush sholihaat)

Saya : Yang terakhir apa pesan Bu Rahmah untuk muslimah sekaligus mahasiswi yang sedang kuliah ?

Rahmah : FUTUR is not good for our FUTURE !! Seberapapun sulitnya, sebanyak apapun godaannya, tetap focus, focus, and focus … bangkit dan tuntaskan studi. Luruskan niat, kuatkan ikhtiar, be a successful person.