Kanker payudara adalah kanker yang terbentuk di jaringan payudara, biasanya duktus (saluran yang membawa ke puting susu) dan lobulus (kelenjar yang menghasilkan susu). Hal ini terjadi baik pada pria maupun wanita meskipun kasus kejadian kanker payudara pada pria jarang dibandingkan wanita. Meskipun penyebab kanker payudara masih belum diketahui, namun faktor resiko yang sudah diketahui harapannya dapat digunakan sebagai upaya preventif kanker payudara. Faktor resiko yang berhubungan dengan penyebab kanker payudara diantaranya adalah:

  1. Usia

Wanita usia 30 tahun beresiko 1 : 250 sedangkan pada wanita usia 70 tahun beresiko 1 :30. Hal ini ada hubungannya dengan kondisi wanita post menopause yang memiliki resiko lebih tinggi mengalami kanker payudara dibandingkan wanita yang belum memasuki fase tersebut.

  1. Riwayat keluarga

Resiko kanker payudara pada wanita yang memiliki riwayat keluarga kanker payudara dua kali lipat dibanding dengan wanita yang tidak memiliki riwayat keluarga.

  1. Faktor reproduktif

Wanita yang memulai siklus haid pada usia dini (sebelum 12 tahun) dan atau menopause pada usia setelah usia 55 tahun mempunyai resiko lebih tinggi. Hal ini terkait paparan estrogen dan progesterone yang relatif lebih lama.

  1. Kontrasepsi dan terapi hormonal

Hati-hati pada pasien yang memiliki faktor resiko kanker payudara, bila mendapatkan terapi kontrasepsi atau terapi hormonal yang beisi progesterone menunjukkan peningatan resiko kanker payudara

 

Dari berberapa faktor resiko yang dapat menyebabkan kanker payudara, ada baiknya kita mulai mewaspadai diri dengan melakukan teknik deteksi dini kanker payudara yang sering disebut dengan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri).

Terbukti 95% wanita yang terdiagnosis pada tahap awal kanker payudara dapat bertahan hidup lebih dari lima tahun setelah terdiagnosis sehingga banyak dokter yang merekomendasikan agar para wanita menjalani ‘sadari’ (periksa payudara sendiri – saat menstruasi – pada hari ke 7 sampai dengan hari ke 10 setelah hari pertama haid) di rumah secara rutin dan menyarankan dilakukannya pemeriksaan rutin tahunan untuk mendeteksi benjolan pada payudara.

Pemeriksaan payudara sendiri dapat dilakukan pada usia 20 tahun atau lebih. Bagi wanita usia lebih dari 30 tahun dapat melakukan pemeriksaan payudara sendiri maupun ke bidan atau dokter untuk setiap tahunnya. Pemeriksaan payudara dapat dilakukan dengan melihat perubahan di hadapan cermin dan melihat perubahan bentuk payudara dengan cara berbaring. Berikut tahap-tahap yang dilakukan untuk mendeteksi dini kanker payudara:

  1. Melihat perubahan bentuk payudara di hadapan cermin.
  2. Sambil berdiri tegak depan cermin, posisi kedua lengan lurus ke bawah disamping badan, perhatikan bentuk dan besarnya payudara, perubahan putting susu serta kulit payudara di depan kaca.
  3. Periksa payudara dengan tangan diangkat di atas kepala. Hal ini untuk melihat perlekatan tumor terhadap otot.
  4. Beridiri tegak di depan cermin dengan tangan disamping kanan dan kiri. Miringkan badan ke kanan dan kiri untuk melihat perubahan payudara
  5. Menegangkan otot-otot bagian dada dengan berkacak pinggang dimaksudkan untuk menegangkan otot
  6. Melihat perubahan bentuk payudara dengan berbaring
  7. Dimulai dengan payudara kanan. Baring menghadap ke kiri dengan membengkokan kedua lutut. Letakkan bantal atau handuk mandi yang telah dilipat di bawah bahu sebelah kanan untuk menaikkan bagian yang akan diperiksa. Kemudian letakkan tangan kanan anda di bawah kepala. Gunakan tangna kiri untuk memeriksa payudara kanan. Gunakan telapak jari-jari untuk memeriksa adanya benjolan.
  8. Memeriksa seluruh bagianpayudara dengan cara vertikal, dari tulang selangka di bagian atas ke bra-line di bagian bawah, dan garis tengah antara kedua payudara ke garis tengah bagian ketiak. Gunakan tangan kiri untuk mengawali pijatan pada ketiak. Kemudian putar dan tekan kuat untuk merasakan benjolan. Gerakkan tangan perlahan-lahan ke bawah bra line dengan putaran ringan dan tekan kuat di setiap tempat. Di bagian bawah bra line, bergerak kurang lebih 2 cm kekiri dan terus ke arah atas menuju tulang selangka dengan memutar dan menekan. Bergeraklah ke atas dan ke bawah mengikuti pijatan dan meliputi seluruh bagian yang ditunjuk.
  9. Berawal dari bagian ataspayudara, buat putaran yang besar. Bergeraklah sekeliling payudara dengan memperhatikan benjolan yang luar biasa. Buatlah sekurang-kurangnya tiga putaran kecil sampai ke puting payudara. Lakukan sebanyak 2 kali. Sekali dengan tekanan ringan dan sekali dengan tekanan kuat. Jangan lupa periksa bagian bawah areola
  10. Menggunakan kedua tangan, kemudian tekanpayudara untuk melihat adanya cairan abnormal dari puting payudara.
  11. Letakkan tangan kanan Anda ke samping dan rasakan ketiak dengan teliti, apakah teraba benjolanabnormal atau tidak.

 

Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk deteksi dini payudara. Jangan takut bila ada gejala dan tanda mengarah kanker payudara. Segera periksakan diri anda ke dokter. Bila terdeteksi lebih awal, tatalaksana terapi kanker payudara akan lebih mudah dan meningkatkan kualitas hidup. Selamat mencoba!!

REFRENSI:

Lusa, 2009, Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI), available at http://www.lusa.web.id/pemeriksaan-payudara-sendiri-sadari/, (tanggal akses 6 November 2014)

National Breast and Ovarian Cancer Center, 2009, Health anda ageing portfolio agency, Australian government

 

Pembuat artikel : Mutiara Herawati, M.Sc., Apt (dosen DIII FARMASI STIKMA)